Aneka ragam hasil kerajinan noken dan aksesoris berbahan baku lokal Papua Pegunungan (Foto: RRI Wamena/ ig kasumasa_accesories)
KBRN, Nabire: Kerajinan khas Mapia berupa noken berbahan anggrek mulai dilirik sebagai ikon wisata baru Kabupaten Dogiyai. Pemerintah daerah menilai produk budaya ini memiliki potensi besar sebagai suvenir wajib bagi wisatawan yang datang.
Kepala Bidang Fispra Bappeda Litbang Dogiyai, Marselus Ukago, mengatakan bahwa perpaduan antara anggrek hutan dan noken memberi identitas unik yang tidak ditemukan di daerah lain. Masyarakat Mapia juga memiliki keterampilan turun-temurun dalam mengolah bahan alam menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.
Menurut Marselus, pengembangan anggrek tidak hanya sebatas komoditas, tetapi juga bisa diarahkan menjadi wisata edukasi dan budaya. Wisatawan dapat melihat proses budidaya anggrek hingga pembuatan noken anggrek.
Ia kembali menegaskan pentingnya menjadikan noken anggrek sebagai kebanggaan daerah. Kutipan lengkapnya sebagai berikut:
“Wilayah Mapia daerahnya gunung cocok diarahkan jadi hutan lindung cagar alam. Masih bisa dikembangkan budidaya bibit anggrek yang bisa menjadi ikon Dogiyai. Di sana ada pengrajin yang mampu mengayam noken anggrek yang kita bawa sehingga bisa menjadi kekayaan budaya. Noken anggrek bisa menarik wisatawan dan bisa menjadi oleh-oleh. Tidak ke Dogiyai kalau tidak bawa noken anggrek, belum ke Dogiyai. Soal anggrek ini ke depannya bisa dijadikan wisata.”
Dengan promosi yang tepat, Dogiyai dinilai bisa masuk peta destinasi wisata berbasis budaya di Papua Tengah.
