
Bupati Yudas Tebai Hadiri Pesta Adat Masak Nota di Kampung Mogou: “Budaya Adalah Pondasi Utama Keberadaan Kita”
DOGIYAI disbudparkabdogiyai.com– Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menghadiri acara Pesta Adat Masak Nota yang diselenggarakan oleh Komunitas Bunani di Kampung Mogou, Distrik Kamu Utara, pada Senin (27/7/2026). Kehadiran Bupati dalam acara adat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur suku Mee sebagai identitas utama masyarakat Dogiyai.
Bupati Yudas Tebai hadir didampingi oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Stepanus Tebai, S.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai Natan Naftali Tebai, S.Sos., M.Sos., serta Ketua TP-PKK Kabupaten Dogiyai, Ny. Maria Frederika Keiya Tebai, beserta rombongan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Yudas Tebai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komunitas Bunani atas inisiatif menggelar kegiatan adat tersebut. Ia menekankan bahwa segala bentuk pembangunan dan aktivitas sosial harus berakar kuat pada budaya lokal.

“Apapun yang kita lakukan, haruslah dilakukan di atas pondasi budaya. Kegiatan Masak Nota dan kumpul bersama yang dilakukan oleh Komunitas Bunani hari ini adalah dasar dari keberadaan suku bangsa Mee. Saya mengucapkan terima kasih karena tradisi ini masih terus dilanjutkan hingga hari ini. Di sinilah akar kita, di sinilah kita bergerak,” ujar Bupati.
Yudas Tebai juga memberikan pesan mendalam tentang relevansi aturan adat dalam kehidupan modern. Ia mengingatkan bahwa tanpa fondasi budaya yang kuat, kemajuan fisik atau jabatan tidak akan memiliki makna yang berkelanjutan.
“Saya bisa menjadi Bupati hari ini karena saya berdiri di atas pondasi budaya. Jika dasar budaya tidak ada, maka segala usaha kita akan percuma dan tidak akan kuat. Biarkan kita berjalan ke mana pun, namun jangan pernah meninggalkan akar kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya mematuhi norma-norma adat sebagai pedoman hidup, baik bagi individu maupun organisasi, termasuk gereja.
“Jika kita bergabung dalam organisasi apapun, gereja manapun, atau komunitas apapun, jika dasar budayanya tidak ada, itu semua sia-sia. Oleh karena itu, jika aturan adat melarang sesuatu, maka kita wajib mematuhinya. Melanggar aturan adat sama saja dengan menjerat diri sendiri, merugikan organisasi, dan merusak tatanan sosial kita,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa siapapun asal-usulnya, setiap orang yang hidup di tanah Dogiyai harus memahami, memegang teguh, dan menjalankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Segala sesuatu yang kita lakukan di atas dasar budaya yang kokoh, pasti akan tergenapi sesuai harapan. Mari kita jaga warisan leluhur ini agar generasi mendatang tetap memiliki identitas yang jelas dan kuat,” pungkas Yudas Tebai.
Acara Pesta Adat Masak Nota berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Dogiyai masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan pelestarian tradisi leluhur.