Tujuh Kelompok Pembudidaya Anggrek di Dogiyai Terima Dana Hibah


Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 
kabupaten Dogiyai berpose bersama masyarakat 
pengelola tanaman anggrek di Kitakebo, 
kampung Abouyaga, distrik Mapia Barat, 
kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, 
usai menyerahkan bantuan dana dan meninjau 
kondisi kebun anggrek. (Supplied for Suara Papua)

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Sedikitnya tujuh kelompok usaha budi daya tanaman anggrek di kabupaten Dogiyai mendapat bantuan dana pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku wisata lokal. Bantuan dana disalurkan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Dogiyai, pekan lalu.

Vitalis Uwiya, pelaksana tugas kepala bidang Pemasaran Wisata, menjelaskan, bantuan dana hibah untuk program pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku wisata lokal diberikan kepada tujuh kelompok budi daya tanaman anggrek yang dikembangkan masyarakat di kabupaten Dogiyai.

Menurut Vitalis, penyaluran bantuan dana tersebut dilakukan selama tiga hari di beberapa lokasi kebun anggrek.

“Bantuan dana disalurkan ke beberapa kelompok budi daya anggrek. Hari pertama kunjungan ke kampung Mogou, distrik Kamuu Utara, dan kampung Abaimaida, distrik Mapia, pada tanggal 17 November 2025. Kemudian lanjut lagi di kampung Atou, distrik Mapia Tengah, tanggal 20 November 2025. Dan hari ketiga kami serahkan kelompok kebun anggrek di dusun Kitakebo kampung Abouyaga, distrik Mapia Barat, pada tanggal 21 November 2025,” jelasnya.

Tujuan penyaluran bantuan berupa dana hibah tersebut, kata Vitalis Uwiya, tentunya dalam rangka memotivasi kelompok masyarakat dalam mengembangkan budi daya tanaman anggrek sebagai salah satu potensi wisata lokal.

Dengan dana tersebut, diharapkan setiap kelompok dapat memanfaatkan dalam pengadaan bibit anggrek, juga memperluas area sekaligus mendukung kebutuhan dalam proses pengembangan wisata berbasis tanaman hias khas tersebut.

“Kami harap bantuan turut mendorong masyarakat tetap melanjutkan usaha mereka memelihara tanaman anggrek supaya usahanya semakin meningkat dan orang tidak sulit mendapatkan bahan baku dalam pembuatan noken, selain tanaman hias,” tutur Vitalis.

 

Baca Juga: BERITA FOTO: BKPSDM Papua Tengah Buka Seleksi Calon Mahasiswa di 6 Sekolah Kedinasan

*****************

 

Suarapapua.com adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

 

CLICK HERE!

 

*****************

 

Pengembangan budi daya tanaman anggrek di kabupaten Dogiyai tetap akan mendapat perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Parbud kabupaten Dogiyai.

“Harapannya agar usaha budi daya anggrek memberi dampak ekonomi bagi kelompok pengelola itu sendiri,” kata Uwiya.

Selain kelompok anggrek, Dinas Parbud juga menyalurkan bantuan bagi sejumlah kelompok gereja dan masyarakat lainnya sebagai bentuk dukungan dalam upaya pelestarian kebudayaan dan pemberdayaan potensi lokal.

Dengan wujud perhatian tersebut diharapkan pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata semakin diperkuat, apalagi potensi alam dan budaya sudah dimiliki masyarakat Dogiyai.

Kelompok pembudidaya anggrek penerima bantuan dana mengaku sangat terharu dengan perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas teknis telah berkunjung hingga membuktikan bentuk perhatiannya. Mereka rata-rata mengaku hal ini baru pertama sejak kabupaten Dogiyai dimekarkan dari Nabire.

Tiada balasan selain hanya ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah. Kelompok usaha budi daya tanaman anggrek juga mendoakan pemerintah kabupaten Dogiyai agar tetap lancar dalam segala urusan, dan terus peduli masyarakat kampung. []

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top