Dari Kopi, Anggrek, hingga Cerita Leluhur: Dogiyai Menata Ekowisata Budaya

Saat sesi foto bersama sebelum sesi seminar dimulai di Aula RRI Nabire, Senin (3/10). Foto: Yohanes Gobai / Nadi Papua

 

Nabire, NADIPAPUA.COM — Suara tepuk tangan memenuhi Aula RRI Nabire pada Senin (3/11) siang. Ratusan peserta dari berbagai kampung di Dogiyai, pejabat daerah, Seniman dan Pemerhati Budaya serta perwakilan pemuda memenuhi ruangan dalam seminar bertajuk “Menggali Potensi Pariwisata melalui Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Rakyat Kabupaten Dogiyai.”

Suasana hangat itu menandai satu hal penting: bahwa Dogiyai tengah mencari jalan baru membangun ekonomi rakyat lewat kekuatan budayanya sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dogiyai, Stepanus Pigai, S.Pd, membuka pemaparan dengan data hasil survei potensi wisata. Dari 79 kampung, terdapat 14 kampung yang memiliki perkebunan kopi dan anggrek, dua komoditas yang berpeluang menjadi ikon wisata lokal.

“Kami berkomitmen membangun rumah adat di setiap kampung,” ujarnya. “Kami juga menargetkan pembangunan desa ekowisata berbasis budaya.”

Bagi Stepanus, membangun pariwisata Dogiyai bukan hanya soal infrastruktur atau promosi, tetapi tentang menjaga cara hidup orang Mee yang selaras dengan alam dan warisan leluhur.

Dari sisi perencanaan daerah, Marselus Ukago, ST, dari Bappeda Dogiyai menegaskan bahwa pengembangan ekowisata budaya sejalan dengan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah.

“Ini merupakan turunan dari visi pembangunan Dogiyai 2025–2030: Mewujudkan masyarakat Dogiyai yang Cerdas, Amanah, Damai, dan Maju Bersama,” jelasnya.

Menurutnya, rancangan pembangunan (green design) Dogiyai tidak hanya memperhatikan lingkungan, tetapi juga menempatkan budaya sebagai dasar kebijakan.

Jhon NR Gobai: Pariwisata Harus Punya Cerita

Ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon NR Gobai, memberikan pandangan yang menggugah.

“Kita bicara pariwisata, berarti kita bicara apa yang mau dilihat, dibeli, dan dipelajari oleh orang yang datang,” ujarnya lantang.

Ia menyoroti perlunya kolaborasi antara pariwisata dan kebudayaan. Menurutnya, Dogiyai memiliki banyak potensi sejarah dan budaya yang bisa diangkat menjadi destinasi.

“Kebun kopi P5 itu sudah berdiri lebih dari 50 tahun. Itu sudah bisa ditetapkan sebagai cagar budaya atau museum. Coba koordinasi dengan BRIN untuk bentuk tim ahli,” sarannya.

Jhon juga menyinggung pentingnya melindungi situs sejarah dan tempat keramat di Dogiyai, seperti Modio, Moanemani, dan Idakebo, yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi orang Mee.

“Cerita-cerita leluhur itu tidak boleh hilang. Harus ada regulasi daerah yang melindungi tempat-tempat suci itu,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyinggung tantangan di lapangan: akses transportasi, infrastruktur, dan komitmen SDM lokal.

“Kalau kita sungguh cinta daerah, kita harus konsisten. Jangan kelompok budaya hanya aktif kalau ada dana hibah,” katanya disambut tawa peserta seminar.

 

Budaya Sebagai Arah Pembangunan

 

Dalam sambutan penutup, Yulius Egowai, S.Sos, Kepala Bidang Pariwisata Provinsi Papua Tengah, menyebut tema seminar ini sangat relevan dengan arah pembangunan Papua Tengah.

“Pariwisata bukan hanya industri, tetapi juga identitas dan kebudayaan kita,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap rencana pengembangan wisata.

“Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, kita bisa menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Sebelum menutup, Yulius menyampaikan pantun yang memancing senyum seluruh hadirin:

Jalan-jalan ke Dogiyai, hutan, gunung, bukit, kali dan budaya yang memikat.

Pengembangan pariwisata kita wujudkan dengan budaya suku Mee yang kuat.

Dari seminar sehari itu, satu gagasan besar mengemuka: Dogiyai ingin berdiri di atas kekuatan budayanya sendiri.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bappeda, DPR, dan masyarakat, Dogiyai tengah menata arah baru — menjadikan budaya Mee sebagai fondasi ekonomi, identitas, dan pariwisata masa depan. ***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top